Tuesday, September 12, 2006

Waxing Poetic

Malam itu setelah acara peringatan dua tahun kematian munir, saya nongkrong sama robet, atnike, daniel, patra, lidia, papi, iqbal, hendra budian, ivan, otto pratama, di bb's. It was very nice!

Karena atnike mau berangkat ke london, kita jadi membicarakan romantisme kita sekolah di inggris empat tahun lalu. gila, empat tahun sudah! Ketawa-ketawa sembari menghabiskan tiga pitcher lebih.

Tentu tidak hanya romantisme di inggris. Tapi juga bicara soal kasus lapindo yang membuat marah setengah mati. Soal Aceh. Soal kritik terhadap hernando de soto. Ampun deh kalau sama mereka saya tambah merasa bodoh. Saya mesti lebih banyak baca, diskusi, dan menulis.

Daniel cerita lagi soal patra dengan "do you have id?"-nya hahaha. Atnike dan jawir belum tahu, jadi ngakak setengah mati. Dia juga cerita soal segala keculasannya di essex. Nyolong mouse ketahuan, nyolong buku perpustakaan dengan cap pesanan sendiri, dan ngakalin buku yang didiskon supaya lebih murah lagi. Saya dan atnike cuma geleng-geleng kepala. Nggak mungkin kita berani! Hahaha.

Saya senang sekali malam itu. Sudah terlalu lama kita tidak berkumpul diskusi sambil ngebir seperti ini lagi. I missed that so much. Saya mesti lebih rajin mengorganisir kabrut-kabrut itu seperti ini lagi. Dan makin seru karena pas ada momentum di tugu proklamasi itu. Ada hendra, iqbal, papi. Di sana juga banyak ketemu teman, termasuk si indian yang teuteup aja cuek.

Pulangnya ke rumah sendirian, lagi jomblo karena frank di jogja. Nonton sponge bob. Minum bir lagi. Pagi-pagi dapat sms yang bikin saya melambung tinggi tapi sungguh mengejutkan. Saya sampai konfirmasi "kalimat terakhir, kamu nggak salah ketik?". Tapi malah dapat konfirmasi. Gimana yang mengiaskannya. mungkin seperti bola masuk ke gawang, tapi golnya terlalu mulus. Hey, you know it's not going anywhere kan?

No comments: