Patima=payah tidur malam, kata Faisal tadi. Haha. Garing nggak? Yang jelas malam ini saya lagi payah tidur malam. Hampir jam 3 pagi di Medan saat ini. Saya ada di sini sejak tadi malam, ada diskusi publik tentang prospek pengadilan HAM oleh elsam. Besok pagi saya ke Banda Aceh. Senang sekali saya ke Medan kali ini. Ya seperti biasanya memang senang. Banyak makanan asik. Tur kuliner seperti biasanya :). Tapi kali ini menarik karena saya bersama anak-anak elsam. Biasanya jarang sama mereka. Ketemu jaringan ham di sini. Itu juga menarik. Bicara soal kasus Lonsum, flu burung di karo, protes imf-world bank di sini. Dan jadi ngobrol sama beberapa kawan buruh karena mereka senang saya tanggapi positif soal pengorganisiran. Ya tentu saja, di dalam diri saya kan saya juga sering berontak: advokasi kebijakan untuk siapa? Nggak bisa putus di tengah jalan tanpa ada koneksinya ke bawah. Kecuali kalau mau jadi elite baru. Di situ kan kelemahan pshk (dan beberapa ngo lainnya di jakarta). Makanya kelemahan ini harus ditutup dengan jaringan di daerah seperti ini. Saya cuma kuatir aspek ini akan hilang ketika saya tidak ada lagi di PSHK. Makanya dengan sengaja saya buat struktur baru supaya tiga direktur bisa back up kelemahan calon direktur eksekutif baru pilihan saya nanti (yang sudah bukan rahasia) di aspek ini. Wilayah kerja seperti sekarang sudah pas. Tidak perlu diubah menjadi cso dengan basis massa. Tapi tetap saja, kita kerja butuh ideologi. Kalau tidak ya jadi pabrik saja.
Tadi malam makan malam di ocean pacific di belawan. Menarik. Baru sekali saya ke sana. Ada panggung besar outdoor yang serius. Yang nyanyi juga serius. Bisa banyak lagi, mulai dari dangdut, melayu, top 40, sampai old rock! Hebat euy :-). Lantas tadi jalan sama Ningrum makan di china town di selat panjang. Terus nyusul kawan-kawan elsam ke titi bobrok, bang ifdhal pingin makan mie aceh :-). Tadinya janjian juga sama si bola. Tapi ada demo di kantornya sehingga dia nggak bisa ke medan. Kasian dia, harus negosiasi sampai jam 11-an malam tanpa makan dan istirahat. Sinchan juga seharusnya di sini, sayangnya dia salah pilih daerah sehingga dia pulang kampung. Padahal it would have been nice if he is here. Patima jadi muncul karena saya jadi memikirkan semua ini. Dicampur-campur dengan kenangan masa lalu. Memang selalu indah bila kita sudah "dewasa" dalam melihat semua ini. Santai, tenang, secure. Nyaman banget. Tidak seperti dulu, memang. Saat saya bisa misuh-misuh nggak keruan cuma karena hal-hal kecil pada diri satu orang. Esa hilang dua terbilang. Hehehe. Saya merasa nyaman dengan semua ini.
No comments:
Post a Comment