Friday, May 30, 2008

Kabur

Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa nama tengah Benny K. Harman (anggota dpr, mantan aktivis NGO) adalah "Kabur." Lucu ya? One can say: Kabur is his middle name, which is true literally. But my middle name is not Kabur, in fact I don't have any middle name, well I don't even have a last name :-). Tapi saya kabur dari media massa selama sebulan belakangan ini. Juga beberapa tawaran ceramah. Saya lebih selektif. Saya menolak tawaran 2 profiling (saya memang selalu menolak profiling kecuali untuk tujuan p) dan hampir 10 wawancara termasuk 2 talkshow. Tapi ada yang mengganggu tadi malam.

Kawan penyiar yang menyebalkan bertanya tadi malam, mengesankan adanya popularitas yang menurun karena saya muncul di tivi semata karena kedekatan saya dengan beberapa penyiar dan produser. Well, kawan: pertama, tampil di tivi dan koran itu bukan tujuan hidup saya; itu adalah cara untuk mencapai tujuan kerja saya yang perlu banyak advokasi termasuk mobilisasi opini publik. Karena itu saya tidak peduli saya masuk tivi atau tidak. Kedua, saya tersinggung berat karena seakan kualitas opini saya dipertanyakan dan kemunculan saya hanya karena saya dekat dengan orang-orang tertentu; do you really think the media readers/watchers are really that stupid? I do have qualities to deal with those issues! Ketiga, anda tidak paham bahwa semua ini saya sengaja.

Sengaja? Kenapa? Kabur is not my middle name, tapi belakangan ini saya memang lebih senang bersembunyi saja. Sudah tiba saatnya anak-anak p lain muncul ke permukaan dan akan sulit bagi mereka untuk tampil kalau saya terus menerus membayangi. Saya percaya bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Agak berat karena terus terang saja tingkat kepercayaan saya pada orang lain sangat rendah dan benih-benih kesombongan dan takabur (bukan "kabur") lumayan besar dalam diri saya :-)

Please deh, jangan sangka nongol di media itu "hobi" saya. Saya bukan selebriti (memang tipis batasan antara komentator politik/hukum dan selebriti :-)). Diwawancara jam 12 malam, dibangunin jam 6 pagi untuk wawancara. Lagi makan malam sama ff, ditanya soal dpr. Lagi jalan santai pake celana pendek dan tank top di seminyak, ditanya soal putusan mk. Lagi pertemuan keluarga, ditanya soal kejaksaan. Lagi membahas bunga yang mau dipake di kawinan, ditanya soal komisi 3 dpr. Lagi jalan-jalan beli baju di mall, ditanya soal aceh. Lagi main sama ponakan di family gathering di puncak, ditanya soal dpr. Dua hari lagi mau kawin masih bikin media briefing. Do you think it's fun?? Dan sebenernya capek lho otak kita kalau lompat-lompat membahas berbagai topik dalam 1 hari karena topik wawancara yang berbeda-beda. Lama-lama memang itu semua bisa dinikmati karena itu adalah salah satu cara untuk mendorong masukan kita, itu adalah bagian dari pekerjaan, bukan tujuan. Bodo amat saya mau ada di tivi atau enggak atau dikutip di kompas atau enggak. Yang saya kuatir kalau masukan kami nggak dikutip di media.

Jadi, aduh kawan A, maaf ya, saya pengen tampar wajah ayumu itu tadi malam.

No comments: