Thursday, May 15, 2008

Abu Solong

Saya belum pernah ketemu Abu Solong. Hanya dapat sedikit cerita tentang dia minggu lalu. Sayangnya si narasumber tidak tahu nama aslinya. Katanya, dia dipanggil Abu Solong karena dulu dia berkongsi dengan orang China bernama Solong untuk membuat sebuah warung kopi pada 1974. Nama warung kopi itu sebenarnya Jasa Ayah, di Ulee Kareng, Banda Aceh. Tapi kita semua menyebutnya "Solong".

Saya tidak mau bercerita soal kedai kopi Jasa Ayah alias Ulee Kareng alias Solong, sebab sudah banyak cerita tentang itu. Coba aja di-google dengan kata kunci "kopi solong" atau "ulee kareng", banyak cerita yang agak romantik soal warung kopi itu. Nggak tau kenapa :-). Buat saya kedai kopi itu tidak romantik. Asik, tapi bukan romantik. Stop soal itu karena nanti saya malah jadi romantik :-). Cukuplah dibilang tempat itu tempat di mana (hampir) segala jenis orang yang ada di Aceh kumpul-kumpul, tempat di mana pertukaran
gosip, proyek, wawancara, informasi, berlangsung dengan cepat.

Pernah ada beberapa feature mengenai si kedai kopi, tapi agaknya belum pernah tentang si Abu. Abu Solong punya sepeda tua. Sama dengan dirinya yang sudah tua, meski tentu sepedanya tidak setua dia. Abu Solong berhasil mempertahankan kedai kopi itu sejak jaman DOM, DM, dan tsunami. Sekarang dia menyuplai kopi untuk beberapa kedai kopi lainnya, yang dikelola keponakan-keponakannya. Di Banda Aceh misalnya ada warung taufik (sekarang ada 2, yang baru di Lam Dingin), Cek Yukee (the river side coffee place :-)), dan smea. Bubuk kopinya pun dia jual bebas (sebagai penggemar kopi, menurut saya bubuk kopi yang kita olah sendiri berbeda rasanya dengan on-the-spot-brewing) dan laku keras karena ketenaran "kopi ulee kareng" (website-nya belum jadi: http://uleekareng.com/). Sekarang dia juga menjual kaos bertuliskan "Solong Coffee, since 1974" dengan gambar biji kopi besar-besar.

Abu Solong sudah sukses. Kedai kopi melegenda, bubuk kopi disuplai ke kedai-kedai lain, dijual kilo-an, dan diekspor. Tapi sepeda tuanya masih setia, entah masih digunakan atau tidak. Saya ingin berkenalan dengan Abu. Sayangnya kawan-kawan ngopi yang masih rajin justru tidak kenal dia. Harus dengan aktivis-aktivis senior yang dulu suka diusir Abu Solong dan ngumpetin sepedanya. Saya ingin berkenalan dan mencatat hidupnya dan kopinya.

No comments: