Wednesday, February 28, 2007
Sim (Sultan Iskandar Muda) City
Pernah main “sim city”? Saya sebenarnya nggak suka dan karenanya nggak pernah main, tapi dulu kawan-kawan kantor ada yang suka main sampai berjam-jam. “Seru,” katanya, “kita bikin negara baru, menyusun pemerintahan, bikin tentara, bikin fasilitas publik, ngatur perdagangan, ya pokoknya seperti membuat ‘peradaban’ baru.”
Menarik, tadi mendadak si Gi bilang aceh itu seperti main sim city. Sebab orang-orang sedang berebutan membentuk “negara” baru ini. Ada yang berebut kekuasaan, ada yang mulai membentuk parlok baru (so far ada tiga parlok), ramai bikin usaha ekonomi, tivi lokal, berebutan bikin peraturan baru (tadi saya habis ngomong soal prolega dan lagi bantu untuk qanun tentang pembentukan qanun). Sampai soal wifi-nya: wifi gratis (bukan cbn hotspot, telkom hotspot dll yang harus bayar itu lho ya) yang bergentayangan di kota banyak sekali dan sempat ada rencana membuat instalasi seluruh kota.
Ini memang wilayah yang baru dibuka, dari segi politik, ekonomi, maupun fisik (karena tsunami sudah meluluhlantakkannya).
Lalu tiba-tiba saya teringat pada Sultan Iskandar Muda yang kalau disingkat “SIM ”. Pahlawan dalam sejarah Aceh dan juga dijadikan nama bandar udara di banda aceh. Ini memang SIM city.
No comments:
Post a Comment