Friday, December 08, 2006

pak yz

Capek ya, ngomongin yz ini. Di mana-mana deh. Di bawah ini catatan yg saya buat 3 malam lalu waktu salah satu stasiun radio seperti biasa minta wawancara jam 12 malam soal skandal pak YZ. Seperti biasanya, saya selalu membuat catatan supaya nggak ngomong ngalor ngidul, dan kebetulan kali ini oret-oretannya ada di word, jadi saya copy buat blog karena malas nulis lagi (Bas said that “malas” has different interesting meaning in bahasa Indonesia as “malas” actually means “disinterested” other than “lazy”).

  • Pertama, Saya mengkhususkan diri pada aspek hukum dan peraturan karena saya bukan komentator infotainment.
  • Kedua, bicara soal bisa atau tidak di-recall, maka: Tata Tertib DPR pasal 3 dan UU Susduk pasal 85.
  • Ketiga, bicara soal recall sendiri, kita harus menelaah lagi, kita mau atau tidak lembaga recall ini. Dulu orang beramai-ramai meminta recall ditiadakan krn tidak demokratis, skrg pada mau karena alas an ‘moral’? Saya tidak mau menjadi orang2 yang membicarakan ini seperti membicarakan gossip entertainment krn itu bukan bidang saya dan saya tidak mau menilai MORAL seseorang. Who am I to judge other people’s morality?? Tapi saya memang ingin sekali melihat ini sebagai suatu pintu masuk utk melihat secara kritis bagaimana seharusnya konsep recall dilihat lagi, fenomena perilaku anggota dpr secara umum (bukan hanya yahya zaini), bagaimana dinamika politik di dpr, di golkar pada umumnya, dan mungkin yang paling penting: ekspektasi masyarakat thd politisi
  • Nah, terakhir, saya punya pertanyaan kritis: apakah kita lebih marah ketika mengetahui persoalan moral seseorang spt yahya zaini (dengan catatan saya percaya banyak anggota lain yang melakukannya) atau ketika anggota dpr korupsi, makan uang rakyat, menggunakan jabatannya untuk minta uang sama pejabat local dsb? Tentu2 kita tidak mau dua2nya :-) tapi kalau pertanyaannya hanya dibatasi: lebih marah pada yang mana? Gimana? Jawabannya berpulang pada diri masing2 orang, dengan prioritas nilainya masing2, tergantung latar belakang masing2 orang. Jadi silakan saja coba renungkan … karena waktu kita ngobrol ini mungkin pas utk sebelum sebelum tidur…
Saya tadinya tidak mau menerima wawancara itu, "saya kan bukan komentator infotainment". "Yah, mbak kan tau kita juga bukan radio infotainment..kita kan radio berita..." hihi.. maap ya kalo jadi tersinggung... Tapi akhirnya saya iyakan permintaan itu karena saya merasa saya jadi punya kesempatan untuk mengatakan sesuatu yang berbeda. Yang saya mau katakan adalah saya sesungguhnya tidak peduli sama video porno itu. Buat saya itu urusan pribadi dia dan selama itu tidak mengganggu kerjanya sbg wakil rakyat saya tidak peduli. Toh banyak orang dpr melakukannya, dan saya tahu persis itu ;-). Cuma seperti kata permadi, yz lagi sial aja :-). Siapa yg lebih merugikan masyarakat: yz yg kepeleset (bego) memvideokan aktivitas seksualnya atau anggota dpr yg minta sangu 9juta per orang waktu kunker? Iya, tapi kan itu merusak moral masyarakat, mereka harusnya jadi teladan.. alaaaah, memangnya anggota dpr dan para pejabat yang ga punya video porno jadi teladan kita? elo kali! gue mah enggak tuh... :-) Memangnya yang rajin ke mesjid/gereja/dll bisa mengatasi anak-anak kecil yang busung lapar atau orang-orang miskin yang digusur dari tanahnya?? (makanya saya saya terkesan sekali dengan "robohnya surau kami" karena setuju). Menurut saya kita semua jangan terlalu melebih-lebihkan dan terjebak dalam permainan politik orang-orang golkar. Video porno itu jadi bahan lelucon dan gosip-gosip di warung kopi, ya silakan saja, biasa lah. Tapi kalau jadi mengkait-kaitkannya sedemikian rupa dengan kinerja dpr, badan kehormatan, paw, dan lain sebagainya: nggak perlu! Pisahkanlah urusan pribadi itu dengan urusan politik, walaupun wajar saja bila skandal seperti ini bikin karir politik orang jadi mati.

Nah, siapa saja yang mau bilang saya terlalu liberal silakan tunjuk tangan (tapi gw cuekin yeee)....

2 comments:

Anonymous said...

mungkin kalo pas saat korupsi, makan uang rakyat, dan memeras pejabat lokalnya terekam di video, bisa bikin heboh juga.

Bivitri Susanti said...

iya sih. tapi... ah sudahlah... :-)
anyway, kemaren itu postingnya belum selesai koneksi di hotel keburu expired, jadi skrg udah diperbaiki...