Thursday, October 20, 2005

Ralat Soal Frustasi

Rasa frustasi, kemarahan pada situasi, merasa kalah dari kekacauan di negara ini. pasti terjadi pada semua orang yang berpikir. Itu adalah pertanda bahwa kesadaran sudah terjadi - empowered. Masalahnya: ke mana enerji kemarahan itu mau dibawa? Ke aksi? Ke luar negeri untuk lari karena enerji kemarahan tak kuat lagi ditampung? Atau tutup mata dan masuk saja ke sistem yang rusak karena memang merasa kalah dan ingin membuat kekalahan menjadi mutlak buat siapapun. Itu yang jadi soal dalam "pemberdayaan" terutama untuk "kelas menengah" yang punya pilihan.
 
Saya lagi frustasi, tapi saya masih menolak untuk menjadi yang kedua dan ketiga. Kalaupun saya mau pergi untuk sekolah. Semata supaya saya tidak makin tenggelam dalam lumpur frustasi saya yang sedang mengental - biar berjarak dulu. Dan supaya saya bisa berbuat lebih banyak ketika saya kembali ke negeri di mana sebenarnya "negara" tidak lagi berguna ini. Soalnya lantas tinggal satu: aksinya (yang diciptakan oleh enerji kemarahan itu) mau seperti apa? Apa frustasi akan bikin cara pandang saya soal "cara perubahan" jadi berubah? Nggak tahu ya. Saya tulis ini mungkin lebih untuk memberi terapi jiwa buat saya sendiri, yang lagi sakit jiwa karena lihat kondisi negeri ini.

No comments: