Pangeran tampan berkuda nan sosialis, yang pernah datang menjemputku di menara kastil di sussex sedang ada di kontinen yang sama. Selamat datang, pangeran! Kali ini dia tidak membawakan cerpen dan puisi untukku, tapi sebuah tamparan.
Plak!
Heh, udah gila kamu ya?
Enggak, aku cuma mau bilang, kamu jangan pura-pura jadi pemikir dan jadi orang yang membosankan dong di sini. Kerja itu bukan di perpustakaan. Kerja itu sama orang betulan.
Tapi buatku ini momentum refleksi. Sama dengan kamu yang di sini sembilan bulan untuk menjauh dari hiruk pikuk politik di rumah. Dan bukankah kamu yang justru seharusnya membangun karir politikmu di tanah tumpah darahmu itu?
Pangeran sosialisku diam saja dan santai-santai. Sikapnya yang selalu membuatku kepincut. Ia berbalik dan memacu kudanya perlahan. Meninggalkanku tercenung, menatap kalender, dan mengangguk perlahan. Tiga tahun saja. Jangan sampai lebih.
No comments:
Post a Comment