Thursday, July 30, 2009

Pulang

Saya sebenarnya hanya ingin makan ikan asin dan sambal yang nikmat.

Tapi akhirnya saya kerja juga. Meski tidak ada kontrak seperti pulang kampung yang lalu. Kerjanya ke sana sini, dari satu seminar/ lokakarya ke yang lain, dari satu demonstrasi ke yang lain, diwawancarai, "ngopi sosialisasi" ;-P, dan dari satu lunch meeting serta networking dinner satu ke yang lain. Hampir seperti dulu, kecuali bahwa saya tidak harus mengurusi p dan mesti disambi dengan nulis prospektus disertasi.

Agak salah strategi. Meski sudah sengaja menghindari konferensi pers di hari kedua saya di Jakarta, tanpa sepengetahuan saya, nama saya disebut juga di salah satu media. Jadinya ketahuan saya lagi pulang kampung. Sebenarnya motto pulang kampung saya kali ini adalah: "pulang untuk mendengar dan bukan untuk bicara." Gagalkah? Awalnya saya kira saya gagal, tapi setelah beberapa diskusi dan perjalanan ke Palu ini saya tahu motto saya masih valid.

Minggu pertama saya menikmati sruntulan dan keluyuran ketemu teman lama dan keluarga dan ke salon; plus diganggu diare sejenak gara-gara perut yang sudah biasa makanan higienis (percis kayak waktu pulang dari Inggris setahun). Minggu kedua mulai stress; gara-gara acara Nyewu Pak Dan. Minggu ketiga, sekarang, stress lagi; mengatur jadwal kerja dan meeting-ups yang makin susah diatur. Mulai harus squeeze in appointments; persis kayak dulu.

Saya menyesal? Kadang-kadang iya, karena disertasi saya sebenarnya membutuhkan energi khusus karena "nyambi" kuliah s3 dan jadi ibu tidak mudah, apalagi dengan ambisi saya untuk kelar tiga tahun (waktu rata-rata di udub adalah 5 tahun). Mestinya "kerja" tidak masuk agenda saya dalam tiga
tahun ini. Dua agenda cukup. Tapi ketika kemarin diskusi di thamrin, dalam stress perjalanan ke Palu, dan di tengah diskusi di Palu, saya jadi sadar bahwa saya menikmati ini semua. Diskusi dengan jaringan di daerah, bertanya tentang hal-hal bodoh (orang Jakarta kan bodoh2 :-)) ke orang-orang biasa di daerah, menyindir pejabat daerah yang sok tahu, stress bikin makalah diskusi mepet-mepet, bahkan sampai dengan stress dengan pesawat seperti biasa :-).

Tiba-tiba saya sadar bahwa inilah yang saya rindukan. Bukan p, tapi perjalanan-perjalanan dan ngobrol-ngobrol ngalor ngidul ini dan waktu refleksi di perjalanan. Yang membuat saya merasa kaya dan sekaligus miskin pada saat yang sama.

This is actually for you, my blueberry baby...

No comments: