Sunday, December 07, 2008

On School Life

Yang ada di kepala saya minggu ini:

1. Pingin ujian. Didi lagi belajar tentang professional responsibility dan criminal procedure. Senin dan Kamis ujiannya. Saya lagi berusaha bikin komentar soal libertarianism yang ditulis oleh greg (manusia itu luar biasa pinter dan hard core libertarian) dan melanjutkan paper saya tentang the political economy of the rule of law. Lalu saya jadi kangen pada ujian. Saya kira terakhir saya ujian itu waktu autumn quarter di warwick...hmm... Desember 2001. Lama banget. Setelah itu di Warwick pun semua makalah. Di udub saya bilang saya nggak mau ujian. Saran pak bas juga begitu: just enjoy writing! Tapi melihat didi belajar saya jadi pingin ujian hehe sok banget ya. Ujian hukum itu menarik, apalagi di negara common law begini, sama kayak di Inggris. Banyak kasus yang harus dibongkar. Miranda rules, 5th amendment, 6th amendment. Akhirnya saya hanya menemani didi belajar dan jadi pendengar yang baik. Saya pingin belajar banyak soal sistem hukum yang berbeda-beda.

2. Kangen berbahasa Indonesia. Bukan berarti saya jagoan 'bahasa englan', tapi tentu saja saya (hampir) selalu berbahasa inggris di sini. Sebab (1) tidak banyak teman orang Indonesia; dan (2) waktu menelepon 'rumah' pun sama frank juga dlm bhs Inggris. Tidak banyak teman orang Indonesia, bukannya karena sombong, tapi sebagai graduate student pendatang baru dan bukan 'anak fullbright', I started on my own, try to make friends on my own (beda banget sama waktu jadi 'anak chevening'). Saya lebih sering sering bergaul sama graduate students dan professor-professor (that's why i can get here in the first place :-)); dan rada kurang gaul sama orang Indonesia karena kebanyakan anak-anak undergrad (makanya males ikutan Indonesian society di sini, terlalu banyak orang Indonesia, nggak kayak di Warwick yang sedikit tapi seru) dan anak gereja hehehe. Dan setiap saat sama didi tentu juga berbahasa inggris (lagipula dia sangat cute dengan logat amerikanya. Didi is so "typical" american, the way didi thinks, talks, eats, everything. That’s why I like hanging out with didi, i think didi is the cutest lazy ass I have ever met).

3. Menyerap logat amerika. Ya, saya mulai pakai z ketimbang s (e.g. 'realized' instead of 'realised', 'organization' instead of 'organisation'), menghilangkan ‘u’ dari ‘colour’ dan ‘neighbour’, menggunakan kata ‘pants’ ketimbang ‘trousers’ (buku catatan saya mengenai perbandingan kata british english dan american english saya tinggal di jakarta, tapi kayaknya nggak perlu, lebih seru ngobrol soal ini sama didi hehe…), mulai sering pakai kata ‘sucks’, ‘slacker’, ‘like’, dan mengubah ‘t’ inggris yang kental menjadi hampir seperti ‘d’. Frank bilang saya mulai terdengar seperti orang amerika (yang dulu sering kami cela), tapi didi masih sering meledek aksen saya yang tanggung. Susah deh. Dulu mengubah aksen american english dari film dan lagu ke british english, sekarang harus ganti lagi, termasuk ganti “spell checker” di msword supaya s jadi z dan o jadi hilang. Tapi ini hanya soal kepraktisan dan pergaulan :-), saya masih lebih memilih british english dan berusaha menjaga bahasa formal yang tentu saja diperlukan dalam jalur "akademik" ini (nggak kebayang kagetnya kolega2 professor kalau mendengar gaya berbahasa yang saya serap dari anak2 JD hehe).

4. Menyerap kebiasaan 'lokal': pulang bawa leftover food (karena porsi makan orang amerika selalu besar), bela beli online, bawa segelas kopi dari gerai kopi starbucks atau tully's atau seattle's best ke mana-mana, dan pakai ipod ke mana-mana (akyu mau iphone!!!). Yang tidak diserap: makan sambil jalan dan doyan minum soda.

5. Saya jadi semakin banyak jalan dan semakin jagoan naik bis dan keluyuran ke mana-mana sendirian (biasanya saya tukang nyasar). Berhubung frank belum datang, saya belum berani nyetir di sebelah kanan jalan :-) dan (supposedly) sibuk bikin paper, saya belum bikin sim. Tapi metro trip planner, google map, my nokia gps map bikin segalanya jadi mudah.

6. Seneng punya mainan baru: mendekorasi apartemen tua ini. Apartemen ini tua, makanya murah hehe.. maklum, saya nggak mau menghabiskan hampir seluruh stipend saya sebagai research assistant yang kecil ini hanya untuk rumah, jadi saya cari yang murah, asalkan bersih dan terang (terutama karena Seattle itu biru dan kelabu). Apartemen murah bisa jadi homy kalau kita menatanya dengan baik; tul? :-) So, saya jauh2 main ke IKEA dan main-main jadi tukang kayu, beli tivi, microwave, vacuum cleaner, kasur, water filter, dish dryer, toaster, rugs, kettle, shower curtain, comforter, bantal :-) segala macem tetek bengek - printal printil. Mulai dari titik nol. Capek juga wara wiri dan kedinginan menjelajahi Seattle ngisi apartemen ini, sendirian. Betul-betul sendirian, karena sempet ke Jakarta dulu mencari sesuap nasi :-), dan begitu balik lagi semua sudah sibuk; dan seperti biasanya saya nggak mau jadi beban dan merepotkan orang (and I knew this is doable anyway, the issue is whether you are lazy or not :-)). Maka saya menggendong barang berat-berat dari u-village, naik bis bawa barang segede bagong dari Northgate mall dan rumah Arlene, bolak balik ngurus social security number dan bank account. Pakai kehujanan pulak, biasa deh Seattle... Tapi seru! Enak malah, i'm in full control of my life :-), nggak tergantung sama siapa-siapa. Meski 4 hari pertama di sini tidur di sleeping bag-nya mbak evi (she’s great!), camping dan agak2 sempet kejepit2 dikit masang2 segala macem ini :-). Sekarang sudah lumayan nyaman. Bee the carpenter sudah beraksi :-) (bangga lho gue hehehe).




7. Lagi bikin rencana jalan-jalan dan makan-makan. Terutama setelah ujian dan sebelum didi pergi (untuk selamanya…) - lumayan 2 minggu (lalu kami menjadi sedih). Dan kemudian frank akan datang. Mungkin nanti saya harus ke rumah si monyet putih lagi di vancouver (terakhir ke sana 2002), sekalian liat killer whale dan singa laut dari boat menuju vancouver. Juga mau ke Chicago janjian sama Onic dan DC ketemu my dear miss K, ars, mw, mal, and my king of england. Seafood di seattle juga banyak yang belum dicoba mmhhh padahal salmon itu makanan favorit saya. Baru ke Cheesecake Factory (gara2 si "egg bird" :-) datang), O Asian Kitchen (sama anak2 PhD merayakan kelulusan hendri), Serafina (sama professor2). Dim Sum di Jade Garden di International District dan ‘warung’ seafood di sebelah flying fish di pike place market juga masih menunggu. Yummy, I’ll wrote more blog posts on my food blog after this exam week.




Mmmhhh.. ok, sekarang harus bikin paper dulu. I am a real slacker! hihihi

No comments: