Thursday, January 18, 2007
Kawan Baru
Beberapa hari lalu saya bertemu dengan teman-teman yang sama sekali baru. Dari dunia yang begitu menarik. Perjumpaannya pun menarik. Pada sebuah “pesta” kecil ulang tahun teman di gondangdia.
Seperti biasanya dia mengundang kawan-kawannya yang pengamen. Kawan yang satu ini adalah seorang “bule”, teman baik frank. Dia sudah membuat buku menarik soal Jakarta dan beberapa film menarik mengenai kawan-kawannya ini. Mereka selalu diundang dalam acara yang dia buat dan juga dalam acara beberapa temannya yang juga “bule”.
They’re such an amazing group of people. Ada sembilan orang. Empat orang perempuan. Yang satu bukan pemusik, tapi pembuat tattoo. Pemusik yang satu beristrikan salah satu dari empat perempuan itu. Yang lainnya ada yang berambut gimbal rasta. Beberapa di antara mereka sering kumpul di sebuah sanggar di kawasan menteng. Mereka bermain teater, bermain musik, menciptakan musik, dan diskusi. Si suami-istri ada yang jualan bakwan dan goreng-gorengan. Mereka memang pengamen dan seniman. Yang luar biasa. Perempuan-perempuannya juga bersuara luar biasa. Mulai dari cengkok dangdut sampai lagu-lagu Alicia Keys. Tentu saya ingat nama-nama mereka. Saya hanya tidak mau menuliskannya di sini. Toh barangkali potongan cerita ini agak terang bagi sebagian orang untuk menerka siapa mereka.
Salah satu yang pemusik punya banyak tattoo, sebadan! Dan bagus-bagus! Saya jadi banyak cerita-cerita karena saya sudah lama ingin tattoo (tapi selalu ragu). Kemudian jadi makin nyambung karena saya selalu tertarik ketemu kawan-kawan baru. Lanjut jadi merokok bareng karena kita harus merokok di balkon. Untuk kawan yang ultah mereka sudah membuatkan rekaman lagu. Masih “kasar” rekamannya. Tapi luar biasa. Kritik-kritik tajam, dengan bahasa yang vulgar. Lagu itu juga masuk di film pendek buatan kawan yang ultah itu.
Di kala merokok bersama, tentu sambil minum agak banyak karena kawan yang ultah banyak mengeluarkan botol koleksinya, beberapa lagu dimainkan buat saya: creep, bongkar, bento, dan lain-lain. Kebetulan semua yang saya suka. Kawan yang ultah yang semakin mabuk semakin riang. Semua riang gembira dan beberapa rokok lainnya dikeluarkan. Semua semakin riang gembira.
Sampai larut malam kita banyak bercerita, sambil makan nasi goreng. Semua sudah pindah ke dalam dan pura-pura konser. Riang gembira. Mereka baik sekali. “Kak, main dong ke tempat kita.” Foto-foto bersama. Dan semakin banyak cerita. Tentang hidup mereka yang miskin. Tentang hidup mereka yang riang gembira.
Tidak ada pesan apapun dan pemikiran apapun dalam catatan ini. Saya hanya ingin mencatat keriangan saya karena saya bertemu kawan-kawan baru yang luar biasa. Saya berharap (dan akan berusaha) untuk bisa bertemu mereka lagi. Ingin juga suatu saat mengajak mereka ke Puri dan main musik atau main teater di sini. Mungkin buat acara ultah kita. Saya selalu suka kawan baru.
No comments:
Post a Comment