Wednesday, January 18, 2006

Soal Teman Yang Cerai

Minggu kemarin saya banyak belajar soal politik internal organsiasi. Ini soal DE. Minggu ini saya banyak sekali belajar soal ekosob, peradilan, negara-negara amerika latin, dan pembaruan hukum di negara lain. Justru karena segala kesibukan ini, sayangnya, saya malah jadi tidak sempat menulis apapun. Tidak blogger, tidak laporan, tidak proposal, apalagi artikel serius. Selalu begini. Tapi sebulan ini saya juga banyak sekali belajar soal hidup dan kehidupan. Banyaaaaaaaak sekali yang mau saya tulis, tapi nggak sempat. Baru sekarang sempat main-main di blogger lagi, dengan mengabaikan beberapa kerjaan lain. Ini juga karena saya kepingin ngetes BloggerForWord. Agaknya saya harus nggak tidur lagi malam ini.

Lagi bantu H untuk cerai. Bantu untuk cerai?? Surprising maybe for some people. Malah ada sms dari teman yang bilang bahwa seharusnya saya membuat mereka bersatu kembali karena ini bukan ide perkawinan. Hahaha. Apa sih ide perkawinan? Semuanya makin kabur, penuh justifikasi. Semuanya pilihan saja. Saya sendiri akhirnya memutuskan untuk menikah, surprising for myself. I fought, and still am actually, with myself about this. Tapi banyak pertimbangan lain yang nggak bisa saya ceritakan di sini.

H adalah perempuan yang berani dan tabah. Saya mau mendukung pilihan hidupnya itu.

Saya juga kepingin bisa punya waktu untuk nulis cerpen… atau novel… atau otobiografi??? Hahaha. Saya merasa terlalu banyak hal yang saya pikirkan dan saya renungkan. Dan semuanya harus dikeluarkan. Blog ini jelas nggak cukup. Suatu saat nanti saya memang mau jadi penulis. Penulis akademik, penulis cerita, atau mungkin essay, yang jelas ya puisi. Ah sok gaya loe Bip!

1 comment:

Alda Doang said...

Kenapa gak lu coba sedikit-dikit nulis cerpen gitu....hayo, kan lu udah punya kualitas nulis, buktikan dong....hehehe