
Dua malam lalu saya ngobrol sama Dan di Plasa Senayan dan di taxi soal Amerika Latin. Ngobrol sama dia jadi menarik karena saya memang sudah lama tertarik sama wilayah ini dan belakangan jadi makin tertarik karena banyak presidennya yang orang “kiri”. Eits, ini bukan “sok kiri”, tapi saya jadi ingat diskusi di salah satu milis waktu harga BBM naik dan ada yang mengingatkan soal kondisi di Venezuela (saya jadi ingat JP Warwick yang luar bisa anti neolib tapi sekarang kerja di World Bank :-)). Dan bilang kecenderungan ini terjadi karena mereka semua letih dengan percobaan-percobaan neoliberalisme. Research interest dia memang Amerika Latin. They’ve been a guinea pig for so long and they’re just tired of it. Memang pilihan-pilihan politik yang seperti ini terjadi karena situasi riil. Sama ketika di Eropa sekarang orang-orang jadi in favour dengan orang-orang kanan dengan kondisi dunia saat ini dan posisi Eropa di dunia gila ini. Dan akibatnya, kalau nanti para presiden itu membuktikan klaim kaum neoliberal jadi bisa bahaya. Ideologi kiri akan makin terbukti nggak bisa jalan di realpolitik. Repot ya. Coba lihat Cina yang udah jadi sosialisme pasar bebas. Perjuangan ini kadang memang mesti masuk ke wilayah politik, nggak bisa berhenti di demonstrasi dan gugatan macam-macam, apalagi pres rilis.
Diskusi berlanjut di taxi.
“Sulit untuk mendorong kebijakan anti-neoliberal di Indonesia, karena kita memang tidak punya partai kiri. Emang nggak punya, Dan :-). Yang terakhir PRD, tapi sebagian malah pindah ke PDIP. Padahal PDIP ideologinya sama sekali tidak jelas. Berani klaim partai wong cilik, tapi kebijakan dan perilaku politiknya brengsek banget.”
“Apa kita harus bikin partai kiri?”
“Sempat ada pembicaraan itu di rapat WALHI tahun lalu”
“Do you believe it will work?”
“Of course not (laughing), because they are NGO people. NGO people are not political enough, they cannot even manage the internal dynamics, look at LBH”
“Tapi paling kurang bisa ada partai yang memperjuangkan dan lebih egaliter, seperti green party di Jerman”
Dalam hati: ya tapi green party sekarang juga berkoalisi sama kaum konservatif.
Gimana ya? Harus ada perlawanan. Tapi yang dilawan terlalu kuat, sementara yang mau melawan juga terlalu lemah.
Mmmh… apa partai kiri bisa jadi cita-cita saya satu lagi?
No comments:
Post a Comment