Tuesday, January 03, 2012

Dua tahun

Melati lagi hobi nyanyi! :-) Kebetulan kebisaan nyanyi ini datangnya menjelang natal. Jadi rumah kami seperti punya radio seperti di mall-mall yang nggak berhenti memperdengarkan lagu-lagu natal. Setiap hari sejak seminggu sebelum natal sampai sekarang. Sejak sekitar jam 7 pagi –waktu dia bangun tidur- sampai jam 9 malam –waktu tidurnya.

Melati “hafal” lagu santa claus is coming to town dan jingle bell. Di luar kedua lagu natal itu, dia hafal hampir semua nursery rhymes: twinkle little star, old mcdonald, humpty dumpty, ABC, five little monkey, I am a little tea pot, London bridge is falling down, ba ba black sheep, open shut them, the wheels on the bus, row row your boat. Dan yang baru dan dia bangga luar biasa: miss polly had a dolly. Lagu Indonesia juga banyak yang dia “hafal”: pada hari minggu, burung kakak tua, naik kereta api, balonku ada lima. Yang terbaru: potong bebek angsa.

Saya beri tanda kutip pada kata hafal karena tentu saja dia tidak betul-betul hafal. Dia hanya meniru bunyi. Dia menyanyikan “I love you you love me” seperti ini: “I love you, you mov me, we happy family.” Atau “melus balon hijau, dol!”. Atau “you watch out, you cry, you hmm hmmm pout, I am telling you why, Santa claus is coming to town”. Yang paling kocak: "jingle bell, jingle bell, jingle olebe, santa claus is coming wasyawasyawasya". Caranya menyanyi sangat menggemaskan! Apalagi kalau pakai gerakan (saya belajar dari sekolahnya dan youtube).

Arti kata-kata dalam lagu-lagu itu tentu saja kebanyakan dia belum tahu :-). Kecuali untuk beberapa nursery rhymes yang saya ajarkan dengan ekspresi seperti Miss Polly had a Dolly, waktu Miss Polly menelepon (so she called the doctor to come quick quick quick) dan dokter mengetuk pintu  (he knocked at the dor with a rat ta tata ta). I think she is an amazing little girl. Kosa kata bahasa Inggris dan bahasa Indonesia-nya sangat banyak. Bahasa Jerman masih terbatas, tapi dia paham ketika diberi instruksi bahasa Jerman (seperti: tolong ambil jamur, cabai, dan kacang polong itu, kemudian masukkan semuanya ke troli; tentu semua benda yang saya sebut ini versi mainan :-)). Ini karena dia menghabiskan waktunya kebanyakan dengan saya –ketimbang ff-  dan di sekolah yang berbahasa Inggris.

Sudah dua minggu belakangan ini dia senang bertanya: what’s that? Kami mulai kerepotan menjawabnya. Untunglah “why” belum masuk kosa katanya :-). Pertanyaan “what’s that” dan beberapa kosa kata sebenarnya dia dapatkan dari film anak-anak di youtube. Kami di rumah tidak menonton tivi kecuali ketika melati sudah tidur. Kami tidak mau dia menonton tivi. Tapi dia saya ijinkan bermain dengan iphone hanya ketika dia makan siang dan malam. Saya dan ff sering bertengkar tentang iphone ini, karena ff sangat anti tontonan dan kami sebenarnya jadi kurang konsisten dengan kebijakan soal “menonton”. Tapi seringkali saya butuh alat untuk membuat dia duduk diam dan makan agak banyak. Akibat positifnya, dia banyak menonton film anak-anak di youtube dan menyerap segala macam lagu dan film yang mengenalkan angka, huruf, bentuk, warna, dll. Dia sudah tahu semua huruf a-z, angka 1-10, warna utama, dan bentuk (circle, triangle, dll) sejak berumur 18 bulan. I kid you not. Tapi karena itu semua didapatnya dari film-film di youtube, sejauh ini huruf dan bentuk dia hanya tahu dalam bahasa Inggris. Sedangkan angka dan warna, dia juga sudah bisa dalam bahasa Indonesia dan Jerman.

Tapi saya memang tidak mau dia terlalu tergantung dengan elektronik. Tidak ada mainan berbatere di kamarnya kecuali “dapur” dengan kompor yang bisa mengeluarkan bunyi. Dia senang melukis, menggambar, bermain dengan play dough, lego, masak-masakan, mobil-mobilan, balok-balok, stiker, puzzle, dan tentunya bernyanyi dan menari :-). Kami beruntung karena (bukan) kebetulan dia lahir ketika saya sudah menjadi "work-at-home-mom". Setiap hari saya bisa bermain, menari, dan menyanyi berdua dengan melati. Dan ini juga menjadikannya mudah dibujuk dan tidak cengeng. Kalau dia menolak melakukan sesuatu (ganti popok, pakai kaos kaki, atau tidur siang), saya menjanjikannya untuk mengajarkan lagu baru atau menyanyikan lagu yang dia sukai saat itu. She’s a very cheerful girl, always singing and jumping around happily :-).

Kami seringkali terpingkal-pingkal ketika ia mencoba meniru beberapa lagu atau kata. Misalnya: "di sini aja ya" atau "hey, look! Ada green car!" atau bilang pada dirinya sendiri "well done, yasmin" setelah dia melakukan sesuatu. Atau siang ini ketika saya pura-pura tidur (untuk memancingnya tidur; seringkali keterusan) dan dia datang memasukkan balon ke mulut saya dan bilang “you can blow it”.

Betapa inginnya saya menulis melulu tentang dia. Tapi terlalu banyak hal kecil yang mengagumkan. Lagipula saya agak enggan menjadi model ibu-ibu yang tidak bisa berhenti bercerita tentang anaknya dan berpikir bahwa anaknya adalah anak tercantik dan terpintar sedunia (walaupun tentu saja saya menganggap melati adalah anak terpintar dan tercantik sedunia haha). Saya sempat tergoda untuk membuat photoblog (tentangmelati.blogspot sudah saya ambil :-p), tapi ya ampun, ini disertasi nggak selesai-selesai malah mau buat proyek distraction baru. Nanti lah.

Hari ini melati dua tahun umurnya. Sejak 2 bulan lalu, dia hobi bernyanyi happy birthday to you, dengan “dear [name]” yang dia ganti-ganti dengan apa saja yang dia lihat. Happy birthday dear balon, happy birthday dear pohon, happy birthday dear car, happy birthday kaos kaki, dan segala macam. Baru tadi pagi dia saya ajarkan versi Indonesia: lagu selamat ulang tahun dan panjang umurnya. Selamat ulang tahun, melati! Semoga sehat terus, tambah pintar, dan jadi anak yang berani serta kreatif. I love you sooooo much!

1 comment:

herni said...

Ini komen yang telat, tentu saja. But, it was happy reading your journal, bip. How you enjoy every single second of motherhood. Mudah2an you two could build a great mother-daughter relationship :-)