Sunday, July 22, 2007

Capek

Bayangkan ada sebuah mesin yang berjalan dengan banyak mur dan baut. Satu bagian mesin bekerja dan bekerja dan bekerja, tapi ada beberapa mur yang lepas, sehingga bagian lain tidak bekerja. Mesin berjalan, tapi lambat. Dan bagian mesin yang terus bekerja dengan baik lama kelamaan aus, mungkin sebentar lagi mati, atau terlepas dari mesin itu.

Ini nggak baru. Sudah lama sering muncul, tapi terus saya coba buang dan buang. Ada di banyak tempat. Di kantor, juga di lingkungan yang lebih luas. Refleksi saya: barangkali ini suatu dilema yang harus dihadapi seorang "manajer" (bukan dalam arti boss atau pimpinan politik, leader secara umum saja) dan jawabannya adalah persoalan manajemen dan mengatasi rasa frustasi ini. Namun memang akan selalu ada titik nadir. Dan itulah saatnya dia pergi. Mungkin untuk kembali lagi. Tapi yang jelas harus pergi untuk mengambil jarak. Soalnya adalah bila ada "hati" yang tertinggal pada mesin itu. Ada keinginan kuat untuk membuat mesin itu terus berjalan.

Saya sedang ada di situ, persis di situ.

No comments: