Saya kira kelemahan saya yang paling besar adalah disiplin. Yang kedua mungkin kapasitas otak yang kecil. Seriously. Ini nggak becanda. Saya pernah menulis surat soal ini ke beberapa kawan waktu saya lagi sekolah. Pusing belajar teori-teori sosial dan politik, campur-campur sama soal neoliberalisme dan sejarah Indonesia. Saya sampai jungkir balik, literally :-). Sampai akhirnya saya berkesimpulan bahwa kapasitas otak saya sedikit. Kalau otak Einstein dibekukan dan sudah dipelajari karena ada kecurigaan volume otaknya agak luar biasa sehingga dia jenius, saya percaya bahwa otak saya sangat tidak berharga untuk dipelajari karena kapasitasnya terlalu sedikit. Indikasi lainnya: saya susah menghafal nama orang (waduh ini yang paling menyebalkan), susah menghafal judul film walau bisa ingat jalan ceritanya, susah menghafal jalan (Frank kadang lebih tahu jalan-jalan di Jakarta daripada saya!), dan masih banyak lagi. Untuk mengatasinya, sebenarnya, dibutuhkan disiplin. Dan itu yang saya justru lemah juga.
Pernah beberapa kali saya agak disiplin. Niat bangun jam 3 pagi untuk suatu pekerjaan. Atau bangun jam 6 pagi untuk ke gym. Tapi biasanya itu tidak bertahan lama :-P. Kadang kalaupun saya harus bangun tengah malam untuk bekerja, berarti kan ada persoalan juga bahwa saya tidak bisa memanfaatkan 12 jam waktu kerja saya untuk secara efektif bekerja. Untuk soal menulis, masalahnya bisa jadi ada pada konsentrasi. Sulit sekali untuk memulai. Ketika memulai biasanya saya akan disibukkan oleh banyak hal dan saya jadi memikirkan banyak hal lainnya. Akibatnya, proses penulisan jadi terlalu lama, bahkan kadang jadi gagal, apalagi kalau "pesanan" (karena seminar atau untuk jurnal atau untuk buku). Saya jadi berpikir, memang menulis adalah latihan yang bagus buat otak saya, karena dengan menulis ini saya jadi berpikir banyaaaaak sekali, kadang untuk sekedar menunda menulis, tapi kadang jadi bagus juga. Tapi ketika sudah mulai menulis, kadang saya tidak bisa berhenti. Beberapa tulisan selesai dalam 2 atau 3 jam saja karena tiba-tiba ide mengalir begitu cepat. Biasanya kalau saya sudah dapat "inti magma" nya yang mau meletus dan meletup-letup di dalam otak saya.
1 comment:
aren't we all? :D
Post a Comment