Monday, August 28, 2006

Buku Biru

Akhirnya buku itu kututup sudah
Setelah begitu lamanya
Setelah banyak cerita berlalu seperti kereta yang lewat di stasiun depok
Setelah tangisan dan khayalan jadi menjenuhkan
Setelah puluhan puisi dituliskan
Lebih dari 32 bulan

Malam itu saja kukenakan kalung biru itu (mungkin kau masih ingat)
dan kukenakan wangi yang kau kenal (bila kau masih ingat)
dan kau datang dengan dia
aku yang dengan dia melihatmu dalam biru
hingga keesokannya dan keesokannya (kau tidak akan tahu)

Malam di tepi pantai itu
Aku bicara dalam tidurku
(bila kau masih ingat, itu tandanya kegelisahan menghantuiku)
mungkinkah karena kau dan dia di sampingku?
dia menanggapi dengan tersenyum
"dia juga sering begitu kalau tidur"
Ah, enam kata yang menusuk seperti pisau!
Maka aku tertusuk, pisau-pisau tajam masuk ke serat-serat dagingku, merobek otot-otot dan saluran darah
tapi tak ada lagi darah yang mengalir

(yang masih kukenang indah adalah momentum itu, bukan dirimu)
    

No comments: